Sabtu, 14 Februari 2015

Teknologi Anti Tabrakan

Teknologi anti tabrakan? Apa maksudnya?
Namun jika kita melihat dan membaca beberapa kecelakaan atau tabrakan yang terjadi di jalanan, beberapa diantaranya disebabkan oleh menurunnya konsentrasi terhadap apa yang di depannya. Hilangnya konsentrasi ini bisa terjadi karena kelelahan dan terbuai akan sesuatu misalnya alkohol atau malah karena sibuk dengan gadgetnya. Banyak negara melarang penggunaan gadget selama berkendara, dan nikmatnya ber-gadget atau sibuknya bertelepon/berkirim pesan ini juga direspons oleh Citra Trans - Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya dengan selalu menyediakan sopir sepanjang penyewaan mobil.

Mobil setelah tabrakan. Image: pudelek/commons.wikimedia.org
Selama ini, penyebab kecelakaan beragam macamnya, baik terjadi sendirian (tanpa dipengaruhi situasi lalu-lintas sekitarnya) maupun karena dipicu oleh sesuatu. Misalnya saja seperti yang bisa kita lihat pada tampilan video berikut:



Dan seringkali, bahkan kendaraan yang berjalan normal bisa "dihajar" oleh kendaraan yang berjalan ngawur yang penyebabnya bisa macam-macam: karena kurang konsentrasi, pandangan terhalang, mabuk minuman, kurang menguasai handling kemudi dengan baik, dan lain-lain. Maka, peluang terjadinya kecelakaan pada mobil dengan "teknologi anti tabrakan" ini akan tergantung pada sensitivitas alat tersebut dalam operasionalnya.

Berkaitan dengan kenyataan paragraf sebelumnya; sebuah sistem anti tabrakan seharusnya tidak berdiri sendiri pada satu mobil tertentu, tapi dikelilingi oleh mobil lain sistem yang minimal mempunyai sistem anti tabrakan juga. Tujuannya, ya memang untuk menghindari pada saat mobil berjalan perlahan-lahan atau normal tapi resiko ditabrak itu tadi. Sensor pada teknologi anti tabrakan mobil kebanyakan berkaitan dengan sistem pengereman. Seperti pada link berikut:
http://suara-info.blogspot.com/2012/02/mazda-umumkan-teknologi-rem-anti.html
Meski cukup canggih: pengemudi mobil di belakang tidak merasakan mobil di depannya berhenti tiba-tiba. Apalagi bila jalanan licin. Hal seperti ini tidak buruk, tapi kurang lengkap. Semestinya sensor juga ditanamkan pada sistem gas, supaya bisa cepat menghindar dari kejadian tabrakan bila kondisinya akan ditabrak dari samping atau belakang. Bisa jadi, pemikiran mobil autonomos (tanpa kendali manual/manusia) ditujukan untuk ini. Meski, entah pula akan kinerja sensor tersebut saat kendaraan dalam posisi parkir.

Suatu sistem anti-tabrakan semacam ini tentunya masih dalam masa-masa pengembangan meskipun perusahaan mengklaim telah melakukan riset sekian tahun, karena teknologi otomotif dan sistem mesinnya yang juga berkembang. Bandingkan dengan perkembangan komputer, dimana perkembangan teknologi hardware berpengaruh juga pada komponen pendukung (peripheral) dan softwarenya dengan tujuan penyesuaian. Tapi, pembelian perangkat inipun mungkin bisa dikategorikan sebagai tindakan "pencegahan" yang baik mengingat harga kendaraan yang juga tak murah, apalagi bila kendaraan yang dipunyai tak didukung asuransi. Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya yang mempunyai asuransi pun tidak serta-merta bisa nyaman disebabkan adanya klaim yang terbatas dan tidak boleh sembarangan digunakan.

Pada sistem keselamatan anti tabrakan kereta api, ada peringatan pula yang ditujukan bagi masinis untuk mengurangi kecepatan saat melebihi standar batas. Pada mobil pun dibenamkan juga. Seperti juga dilakukan oleh pabrikan mobil pada link ini: http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/571723-canggih--volvo-kembangkan-teknologi-anti-tabrakan
Tak hanya pabrikan mobil yang berpemikiran mengembangkan teknologi anti-tabrakan secara OEM (tertanam secara default), ada juga yang dijual terpisah dari standar merk mobil tertentu:
http://otomotif.kompas.com/read/2014/09/21/193457615/Ada.Teknologi.Anti-Tabrakan.pada.IIMS.2014

Jika kita melihat produsen yang berusaha gencar untuk membuat mobil yang diproduksi dilengkapi dengan teknologi anti tabrakan, maka Citra Trans - Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya berharap adanya standar teknologi ini yang hadir di tiap kendaraan meski harapan ini sendiri terasa muluk. Karena tampaknya akan sia-sia bila yang "smart" hanya satu tapi dikelilingi oleh mobil yang "tidak smart", karena banyaknya hal yang tak terduga yang telah kita lihat bersama dalam video kecelakaan berbagai kondisi tadi. Kita bisa melihat lagi akan penggunaan airbag pada mobil, atau mobil terbaru dengan yang remnya dilengkapi dengan "Anti-lock Braking System" yang juga ada pada armada Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya. Sebuah teknologi yang diadaptasi dan ditanamkan di setiap mobil akan membuat sisi kemanfaatannya menjadi optimal, terutama bila dihadapkan dengan objek otomotif atau mobil lain.